Minggu, 29 Juni 2014

Pemanfaatan Fly Ash (Abu Terbang) Aktif Sebagai Adsorben Pengolahan Limbah Air Asam Tambang

Gambar Fly Ash
Kegiatan industri pertambangan terutama penambangan batubara sering sekali menimbulkan permasalahan lingkungan, karena akan menghasilkan air tambang yang disebut “Air Asam Tambang” (AAT). Disamping memiliki sifat asam, air asam tambang tersebut juga memiliki kandungan logam-logam berat (Fe dan Mn), Total Suspensi Solid yang tinggi serta pH yang rendah. Salah satu dampak negatif tersebut berupa peningkatan limbah AAT yang akan mengalir ke sungai sehingga terjadi penurunan kualitas air disekitar tambang.

Dengan demikian, demi tetap terpeliharanya kualitas air di daerah sekitar tambang maka perlu dilakukan upaya penanganan dan pengendalian terhadap AAT, sehingga kelestarian lingkungan di daerah sekitar tambang juga tetap terpelihara.

Pada saat ini yang dilakukan PT. Bukut Asam (Persero), Tbk dalam pengolahan limbah AAT adalah dengan cara pengapuran. Hal ini kurang efektif dari segi biaya kerena PT. Bukit Asam (Persero), Tbk harus membelinya dengan harga yang cukup tinggi. Melihat permasalahan tersebut maka dilakukan penelitian dengan memanfaatkan fly ash sebagai adsorben pengolahan limbah air asam tambang yang akan ditinjau dari perlakuan aktifasi fly ash berupa konsentrasi 0,3N; 0,6N; 0,9N; 1,2N dan 1,5N serta lama waktu perendaman 6 jam, 9 jam, 12 jam, 15 jam dan 18 jam dengan metode adsorpsi selama 24 jam.

Dari hasil penelitian diperoleh bahwa konsentrasi dan lama waktu aktivasi mempengaruhi proses adsorpsi yang baik untuk mengadsopsi Mn 0,018 mg/l, TSS 30 mg/l dan pH 7,10 yaitu pada konsentrasi 0,9 N dan waktu aktivasi 12 jam serta adsorpsi yang baik untuk Fe 0,042 mg/l adalah konsentrasi 1,2 N dan waktu aktivasi selama 15 jam.

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Diberdayakan oleh Blogger.