Senin, 30 Juni 2014

Pemanfaatan Abu Batubara (Fly Ash) Untuk Pembuatan Batako Yang Aman Bagi Lingkungan

Abu batubara (fly ash) adalah sisa pembakaran batubara yang sangat halus yang berasal dari unit pembangkit uap (boiler). Saat ini di Jawa Tengah diperkirakan ada 68 industri yang sudah menggunakan batubara sebagai pengganti BBM dengan jumlah kebutuhan batubara mencapai 125 ribu ton / bulan dan akan dihasilkan abu batubara sebanyak 10 ribu ton per bulan. Kedepan pemakaian batubara sebagai sumber energi akan terus meningkat sehingga dapat menimbulkan permasalahan terhadap lingkungan

Gambar Pengolahan Fly Ash


Fly ash mengandung SiO2, Al2O3, P2O5, dan Fe2O3 yang cukup tinggi sehingga abu batubara memenuhi kriteria sebagai bahan yang memiliki sifat semen/pozzolan. Salah satu upaya pemanfaatan abu batubara ini adalah untuk bahan campuran pembuatan hollow block (batako).

Gambar Packing Abu Batu Bara

Dari hasil percoban dengan berbagai perbandingan antara semen, pasir dan abu batubara yang ditambahkan diperoleh hasil bahwa penggantian semen oleh abu batubara pada produk batako tidak berpengaruh terhadap dimensi ukuran baik panjang, lebar dan ketebalan produk batako (penyimpangan dimensi ukuran masih dibawah ambang batas). Dilihat dari kuat tekan penambahan abu batubara sebagai pengganti semen sebanyak 5 % dan 10 % mampu meningkatkan kuat tekan produk batako 5,6 % dan 2,56 % dibanding tanpa penambahan abu batubara dan penambahan sampai dengan 10 % dapat meningkatkan mutu produk batako dari mutu II menjadi produk batako mutu I serta penambahan abu batubara sebagai pengganti semen sampai dengan 25 % masih memberikan produk batako mutu II.

Sumber: Misbachul Munir, UNDIP.


0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Diberdayakan oleh Blogger.